Sabtu, 28 Maret 2015

Kebudayaan Yang Menghambat Perkembangan Masyarakat



Sebelum kita masuk kepada materi tentang pendorong dan penghambat faktor kebudayaan sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan budaya dan asal-usulnya. Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.

Definisi Budaya dan Kebudayaan
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.         

Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri.”Citra yang memaksa” itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti “individualisme kasar” di Amerika, “keselarasan individu dengan alam” di Jepang dan “kepatuhan kolektif” di Cina. Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.

Kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Perkembangan Budaya Indonesia
Jika kita berbicara tentang kebudayaan bangsa Indonesia biasanya akan membanggakan candi Borobudur, Prambanan, musik gamelan dan berbagai warisan budaya nenek moyang berabad-abad yang lalu. Jarang yang menyebut karya-karya para seniman kontemporer. Mungkin juga memang benar prestasi bangsa kita dalam bidang kesenian kontemporer belum ada yang dapat diketengahkan dalam percaturan dunia.

Kebudayaan Indonesia walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India dan kebudayaan Arab. Contohnya pada kebudayaan Tionghoa yang masuk dan mempengaruhi kebudayaan Indonesia karena interaksi perdagangan yang intensif antara pedagang-pedagang Tionghoa dan Nusantara (Sriwijaya). Selain itu, banyak pula yang masuk bersama perantau-perantau Tionghoa yang datang dari daerah selatan Tiongkok dan menetap di Nusantara. Mereka menetap dan menikahi penduduk lokal menghasilkan perpaduan kebudayaan Tionghoa dan lokal yang unik. Kebudayaan seperti inilah yang kemudian menjadi salah satu akar daripada kebudayaan lokal modern di Indonesia semisal kebudayaan Jawa dan Betawi.

Batik adalah salah satu kebudayaan dari Indonesia, batik merupakan kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya “Batik Cap” yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Dan sekarang ini batik adalah warisan budaya Indonesia. Unesco , Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membawahi masalah kebudayaan telah menyetujui batik sebagai warisan budaya tak benda yang dihasilkan oleh Indonesia.

Dengan adanya peresmian Batik sebagai budaya asli Indonesia, ini membuktikan bahwa perkembangan budaya di Indonesia akhir-akhir ini semakin meningkat, oleh karena itu kita sebagai warga Negara Indonesia dan yang mencintai budaya asli Indonesia sebaiknya kita terus melestarikan budaya asli khas Indonesia. Jangan sampai budaya asli Indonesia diakui oleh Negara lain dikarenakan oleh warga negara kita sendiri tidak mau melestarikan budaya kita.

Kebudayaan yang Menghambat Kemajuan Bangsa
Korupsi
Korupsi adalah suatu cara seseorang atau sekelompok orang yang mengambil hak seseorang atau bahkan orang banyak untuk kepentingan atau golongannya sendiri. Korupsi bisa dilakukan terhadap banyak hal, seperti uang, waktu, tempat, tanah, dll. Namun jenis korupsi yang paling merajalela dan dapat menghambat kemajuan bangsa yaitu korupsi uang. Diakui atau tidak korupsi sudah membudaya – atau dengan kata lain menjadi budaya – di tengah kehidupan bangsa Indonesia atau secara spesifik di dunia politik dan birokrasi di Indonesia dan yang berkaitan dengannya. Apabila ada sebagian pengamat, pakar, ilmuwan atau anggota masyarakat yang menyangkal hal tersebut, barangkali hanya berusaha berprasangka baik terhadap bangsanya sendiri, selebihnya – barangkali – menutup mata dan telinga terhadap kenyataan yang ada.

Semakin maju atau semakin kedepan, korupsi di Indonesia semakin merajalela. Sudah banyak sekali kasus korupsi oleh pejabat-pejabat di negeri ini yang ketahuan korupsi, belum lagi yang sampai saat ini belum tercium kasusnya. Salah satu cara agar korupsi bisa hilang adalah dengan membersihkan pola pikir para pejabat yang lebih mementingkan diri sendiri dan tidak memegang amanah rakyat Indonesia, iman dan keteguhan hati yang kuat sangat diperlukan. Hal ini perlu didukung oleh negara yang tidak perlu tanggung-tanggung memberi hukuman bagi para koruptor. Hal ini bisa membuat koruptor jera dan memberikan peringatan keras bagi para calon koruptor. Korupsi memang sangat sulit untuk dihilangkan, tetapi tidak mustahil untuk dikurangi kasusnya hingga nantinya akan benar-benar hilang.

Kolusi
Kolusi merupakan suatu cara atau tindakan kerja sama untuk melakukan suatu hal yang merugikan banyak orang. Tindakan ini bersifat melawan hukum dan dilakukan secara tersembunyi. Hal ini juga sering terjadi di kalangan pejabat. Kolusi dilakukan dengan membuat kesepakatan secara tersembunyi dalam melakukan kesepakatan perjanjian yang diwarnai dengan pemberian uang atau fasilitas tertentu sebagai pelicin agar segala urusannya menjadi lancar.

Nepotisme
Nepotisme hampir sama seperti Kolusi, namun saja nepotisme mementingkan aspek kekeluargaan atau kekerabatan (hubungan khusus). Nepotisme juga sering terjadi dikalangan pejabat. Kolusi tidak hanya terjadi pada orang-orang besar seperti pejabat, tapi kolusi juga bisa terjadi pada hal-hal kecil, seperti pemilihan ketua kelas, dll.

Sebagai contoh, jika seorang ayah menjabat jadi gubernur, saat ayahnya pensiun, dia langsung menunjuk anaknya sebagai penggantinya. Walaupun dilakukan pilkada, bisa saja terjadi konspirasi dan yang pada akhirnya terpilih adalah gubernur tersebut. Jadi gubernur selanjutnya yang terpilih tidak berdasarkan kemampuan atau jiwa kepemimpinannya, tetapi berdasarkan asas kekeluargaan.

Mencontek
Mencontek adalah mengikuti suatu jawaban dari suatu sumber dengan sama persis. Kenapa mencontek bisa menghambat kemajuan suatu bangsa? Segala sesuatu yang kecil, bisa menjadi besar. Sama seperti mencontek, orang yang biasa mencontek maka akan “ketagihan” dan lama kelamaan hal tersebut menjadi suatu kebudayaan.

Masuknya Budaya Asing
Datangnya budaya asing yang masuk ke Indonesia sehingga budaya luar mempengaruhi masyarakat untuk mengikuti budaya luar dan melupakan kebudayaan daerah sendiri. Bahkan bangsa lainpun dapat dengan mudah mengklaim kebudayaan seperti reog ponorogo, angklung dan yang lainnya. Penyebabnya adalah karena kurangnya minat kebudayaan Negara sendiri, adanya perasaan puas terhadap struktur budaya yang telah ada, adanya perasaan takut akan timbulnya goncangan-goncangan dalam masyarakat, tidak adanya kesadaran masyarakat akan indahnya berbagai macam kebudayaan Indonesia dan mengganggapnya sebagai kebudayaan kuno yang sudah ketinggalan jaman yang ditambah dengan kurangnya sosialisasi dari pemerintah sehingga banyak kebudayaan Indonesia yang dicuri oleh Negara lain

Adat Istiadat
Ada beberapa masyrakat Indonesia yang masih sangat tradisional sehingga adat atau kebiasaan di Indonesia dinilai kurang mengadakan hubungan dengan masyarakat lain yang berbeda budayanya, masyarakat Indonesia bersikap tertutup dan berprasangka terhadap hal-hal baru dan menilai bahwa hidup ini pada hakikatnya buruk dan tidak mungkin diperbaiki serta adanya hambatan bahasa dan geografis dalam berinteraksi dengan masyarakat lain yang dapat menyebabkan adanya prasangka jelek dan curiga terhadap masyarakat lain yang berbeda budayanya.

Kebudayaan yang Mendorong Kemajuan Bangsa
-       Budaya kritik dan mengkritik
-       Menghargai Jasa Pahlawan
-       Tidak Meninggalkan Budaya Daerah
-       Mengikuti Perkembangan Zaman
-       Bersyukur

Disini saya akan memberikan contoh tentang penghambat kebudayaan bagi perkembangan menurut budaya sunda yang salah satunya adalah Sunda juga mempunyai prinsip cageur, bageur, bener, singer dan pinter. Contoh lainnya adalah orang sunda itu memiliki prinsip ‘hidup susah seneng kudu ngumpul’ yang artinya maupun kita hidup susah yang penting kita bias berkumpul bersama. Sehingga kebanyakan dari orang sunda tidak mau untuk pindah keluar dari daerahnya seperti keluarga saya sendiri yang hampir satu gang berisi keluarga saya.

Budaya saat ini tidak lagi dipandang sebagai suatu nostalgia, tetapi bangsa ini harus mampu menciptakan budaya yang mendukung kemajuan. Kebudayaan tidak bisa dikerdilkan atau dianggap sepele, tetapi kita juga mesti memiliki sikap pada pemanfaatan teknologi itu.

Saya berharap bangsa Indonesia tetap bisa mengikuti perkembangan zaman dengan baik dan tetapi tetap bisa menghargai kebudayaan lama. Sehingga kita harus bisa menyeimbangkan antara keduanya.

Sumber Referensi:

Jumat, 23 Januari 2015

Dampak lebijakan pemerintah dalam menaik turunkan harga BBM

Seperti yang kita ketahui, saat ini harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di negara kita sedang mengalami naik turun yang dapat meresahkan masyarakat. Seperti jumat lalu (16/1) bahwa Presiden Jokowi mengumumkan, penurunan harga bensin premium dari sebelumnya Rp7.600/liter menjadi Rp 6.600/liter, dan solar dari Rp7.250/liter menjadi Rp 6.400/liter. Harga tersebut berlaku nasional, kecuali Bali, mulai Senin (19/1).

Jika dihitung, selama hampir empat bulan Presiden Jokowi memimpin Indonesia, sudah tiga kali harga BBM diubah. Satu kali naik, dua kali turun. Pertama kali harga BBM direvisi pada 18 Nopember 2014. BBM jenis premium naik menjadi Rp 8.500/liter, dari sebelumnya Rp 6.500/liter. Sedangkan Solar naik dari Rp 5.500 per liter menjadi Rp 7.500/liter. Kebijakan ini diambil, karena saat itu stok BBM menipis gara-gara konsumsi meningkat. Anggaran pemerintah juga sudah defisit, karena harus terus impor BBM dan menanggung subsidi yang besar. Namun, di akhir tahun, harga minyak dunia justru anjlok hampir 50%. Kondisi ini membuat Jokowi kembali mengubah harga BBM. Selain menurunkan harga, pemerintah juga mengambil kesempatan rendahnya harga minyak untuk menghilangkan subsidi di bensin premium.Pada 1 Januari 2015, harga bensin premium akhirnya diturunkan menjadi Rp 7.600/liter. Pemerintah tak lagi memberi subsidi bensin beroktan 88 ini. Sedangkan harga solar turun menjadi Rp 7.250 per liter, masih disubsidi Rp 1.000 per liter. Dan yang terbaru, adalah diturunkannya lagi harga premium menjadi Rp6.600/liter dan solar Rp 6.400/liter sebagai dampak dari terus melemahnya harga minyak bumi di dunia. Tentu saja masyarakat mengharapkan BBM tidak naik, jika BBM naik maka harga kebutuhan lainnya pun akan ikut melonjak naik seperti kebutuhan pokok dan biaya transportasi.


Dampak positif yang akan ditimbulkan antara lain sebagai berikut:
- Munculnya bahan bakar dan kendaraan alternative.
Seiring dengan melonjaknya harga minyak dunia, muncul berbagai bahan bakar alternatif baru. Yang sudah di kenal oleh masyarakat luas adalah BBG (Bahan Bakar Gas). Harganya juga lebih murah dibandingkan dengan harga BBM bersubsidi. Ada juga bahan bakar yang terbuat dari kelapa sawit. Tentunya bukan hal sulit untuk menciptakan bahan bakar alternatif mengingat Indonesia adalah Negara yang kaya akan Sumber Daya Alam. Selain itu, akan muncul juga berbagai kendaraan pengganti yang tidak menggunakan BBM, misalnya saja mobil listrik, mobil yang berbahan bakar gas, dan kendaraan lainnya.

- Pembangunan Nasional akan lebih pesat
Pembangunan nasional akan lebih pesat karena dana APBN yang awalnya digunakan untuk memberikan subsidi BBM, jika harga BBM naik, maka subsidi dicabut dan dialihkan untuk digunakan dalam pembangunan di berbagai wilayah hingga ke seluruh daerah.

- Hematnya APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara)
Jika harga BBM mengalami kenaikan, maka jumlah subsidi yang dikeluarkan oleh pemerintah akan berkurang. Sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dapat diminimalisasi. 

- Mengurangi Pencemaran Udara
Jika harga BBM mengalami kenaikan, masyarakat akan mengurangi pemakaian bahan bakar. Sehingga hasil pembuangan dari bahan bakar tersebut dapat berkurang, dan akan berpengaruh pada tingkat kebersihan udara.


Sedangkan dampak negatifnya adalah:
- Harga barang-barang dan jasa-jasa menjadi lebih mahal. Harga barang dan jasa akan  mengalami kenaikan disebabkan oleh naiknya biaya produksi sebagai imbas dari naiknya  harga bahan bakar.

- Apabila harga BBM memang dinaikkan, maka akan berdampak bagi perekonomian  khususnya UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah).

- Meningkatnya biaya produksi yang diakibatkan oleh: misalnya harga bahan, beban  transportasi dll.

- Kondisi keuangan UMKM menjadi rapuh, maka rantai perekonomian akan terputus.

- Terjadi Peningkatan jumlah pengangguran. Dengan meningkatnya biaya operasi perusahaan, maka kemungkinan akan terjadi PHK.

- Inflasi. Inflasi akan terjadi jika harga BBM mengalami kenaikan. Inflasi yang terjadi karena meningkatnya biaya produksi suatu barang atau jasa


Solusi :
-  Pemerintah harus lebih fokus dan inovatif untuk menjaga dan memperbaiki manajemen stok sebagai jaminan bahwa barang (juga jasa), khususnya barang kebutuhan pokok, tersedia di pasaran pada tingkat harga wajar. Selain memperbaiki jalur distribusi, pemerintah juga harus mempersiapkan diri secara matang untuk melakukan operasi pasar.

- Penegakan hukum untuk meredam munculnya motif-motif spekulatif, seperti penimbunan BBM dan barang kebutuhan pokok lainnya, perlu lebih diintensifkan. Dalam kaitan ini, pemerintah perlu lebih serius melakukan penataan sistem monitoring dan evaluasi agar tindakan bisa segera dilakukan terhadap kegiatan-kegiatan spekulatif. Aktivasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) perlu menjadi bagian dari penataan sistem monitoring dan evaluasi ini.

-  Pemerintah harus melakukan reforma agraria yang sudah dijanjikan sebelumnya sejak 4 tahun lalu. Sehingga rata-rata luas lahan rumah tangga petani menjadi 2 hektare. Struktur tenaga kerja juga harus menjadi pekerja formal sekitar 75 persen dan sisanya pekerja informal. Caranya dengan menumbuhkan sektor pertanian dan industri berbasis pertanian dan SDA dan pelaku UMKM.

- Pemerintah wajib melakukan moratorium pembangunan pasar modern dan memperkuat pelaku pasar tradisional. Mengembalikan pengusaan pengelolaan SDA kepada negara dan renegosiasi kontrak asing. Pengembangan energi alternatif dan infrastruktur BBG harus memadai. Bukan hanya dengan melakukan penghematan dengan memotong subsidi BBM atau anggaran kementerian dan lembaga. Tetapi juga dari segi penerimaan, salah satunya dari pajak dengan menaikkan tax ratio.

- Pemerintah hendaknya memilih waktu yang tepat untuk mengeluarkan kebijakan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Bahkan jika bisa membatalkan kenaikan BBM.

http://ikhwanbukhari.blogspot.com/2012/12/makalah-dampak-kenaikan-harga-bahan.html


Rabu, 31 Desember 2014

Pengaruh Globalisasi Terhadap Perilaku Remaja

Pada masa globalisasi ini perilaku masyarakat Indonesia khususnya para remaja cenderung telah banyak mengarah pada budaya luar yang tidak sesuai dengan norma, nilai, adat-istiadat dan hukum bahkan agama. Kebanyakan dari mereka seperti kehilangan arah dan tujuan yang jelas.
Globalisasi diambil dari kata global yang artinya universal. Globalisasi sendiri adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Globalisasi sendiri dapat mempengaruhi  banyak anak muda Indonesia dan globalisasi ini mempunyai dampak positif serta negateif  yang diantaranya adalah:
Dampak Positif :
1.   Remaja dapat memperoleh pengetahuan lebih mudah dan cepat
2.   Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan
3.   Mudah melakukan komunikasi
4.   Cepat dalam bepergian (mobilitas tinggi)
5.   Menumbuhkan sikap kosmopolitan dan toleran
6.   Memacu untuk meningkatkan kualitas diri
7.   Dapat mengetahui dan mempelejari sejarah dan kebudayaan – kebudayaan yang berasal dari luar negeri
8.   Remaja akan lebih cepat berkembang dalam menghadapi teknologi yang terus berkembang
Dampak Negatif :
1.   Banyaknya informasi yang didapat tetapi tidak semuanya dapat disaring dengan baik seperti pornograpi dan pornoaksi.
2.   Membuat para remaja tidak kreatif, karena terbentuknya sikap konsumtif dari remaja
3.   Menutup dirinya sendiri dan berpikir sempit 
4.   Meniru perilaku buruk yang berasal dari orang asing yang datang ke Indonesia
5.   Mudah terpengaruh oleh hal yang tidak sesuai dengan kebiasaan atau kebudayaan suatu Negara
6.   Sikap individualis
7.   Pola gaya hidup kebarat-baratan
8.   Seks bebas
9.   Narkoba (obat-obatan terlarang)
Akibat yang dilakukan jika kita melakukan perilaku menyimpang diantaranya,
1.  Dikucilkan dari masyarakat
2.  Terkena berbagai macam penyakit dari perilaku menyimpang, mislnya AIDS, Kanker Serviks. Ini disebabkan karena perilaku menyimpang pada perilaku seks.
3.  Masa depan akan menjadi suram karena terpuruknya moral kita.
Dampak negatif globalisasi dapat disebabkan karena beberapa faktor diantaranya:
1.  Pola asuh yang berada dilingkungan sekitar
2.  Bagaimana ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan remaja serta pergaulan remaja dan tahu membatasi pergaulan bebas yang dapat menjerumuskan anak kepada hal-hal yang tidak diinginkan
3.  Bagaimana orang tua dapat menjelaskan akibat dari pergaulan bebas antara pria dan wanita
4.  Bagaimana kebutuhannya
5.  Bagaimana menanam rasa percaya diri
6.  Bagaimana memberi penghargaan
7.  Bagaimana kemandiriannya
Sedangkan salah satu cara untuk mengatasinya antara lain, adalah:
1.  Adanya motivasi dari keluarga, guru, maupun teman sebaya.
2.  Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik
3.  Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh
4.  Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figure orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik.
Dengan tulisan ini saya mengharapkan semoga kita semua bisa memilah dan memilih sifat-sifat yang berasal dari luar sehingga kita tidak terjerumus kepada hal-hal yang menyimpang di jaman era globalisasi ini.
Sumber referensi :

Jumat, 14 November 2014

Peredaran Narkoba Dilingkungan Kampus

PEREDARAN NARKOBA DI LINGKUNGAN KAMPUS
Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga jika disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial. Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang-undang (UU) untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No.22 tahun 1997 tentang Narkotika
Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), kasus pemakaian narkoba oleh pelaku dengan tingkat pendidikan SD hingga perguruan sampai tahun 2007 berjumlah 12.305. Data ini begitu mengkhawatirkan karena seiring dengan meningkatnya kasus narkoba, penyebaran HIV/AIDS semakin meningkat dan mengancam. Penyebaran narkoba menjadi makin mudah karena anak SD juga sudah mulai mencoba-coba mengisap rokok. Tidak jarang para pengedar narkoba menyusup zat-zat adiktif (zat yang menimbulkan efek kecanduan) ke dalam lintingan tembakaunya.
Hal ini menegaskan bahwa saat ini perlindungan anak dari bahaya narkoba masih belum cukup efektif. Walaupun pemerintah dalam UU Perlindungan Anak nomor 23 tahun 2002 dalam pasal 20 sudah menyatakan bahwa Negara, pemerintah, masyarakat, keluarga, dan orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak (lihat lebih lengkap di UU Perlindungan Anak). Namun perlindungan anak dari narkoba masih jauh dari harapan.
Berdasarkan hasil penelitian UI dan BNN pada tahun 2009 silam, prevalensi penyalahgunaan Narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa cukup tinggi, yaitu sekitar 920.695 orang. Sementara itu, persentase mahasiswa penyalahguna Narkoba mencapai angka 30,9% dari jumlah di atas. Artinya tingkat penyalahgunaan Narkoba di kalangan mahasiswa masih cukup tinggi. Demikian disampaikan oleh Direktur Peran Serta Masyarakat, Sambudiyono, di depan peserta Rapat Koordinasi (Rakor) P4GN di Hotel Kaisar, Selasa (13/3).
“Untuk mengatasi permasalahan Narkoba, maka seluruh unsur baik itu dari mahasiswa, dosen, dan juga orang tua, harus bersinergis untuk melakukan upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba ini sesuai dengan porsinya. Khusus untuk di lingkungan kampus, maka diperlukan strategi yang sistematis dalam penanggulangan masalah Narkoba ini dengan tetap  berkoordinasi dengan lembaga penegak hukum yang berwenang”, ujar Sambudiyono.
Melalui kegiatan rakor ini, BNN mengharapkan pihak universitas akan cepat tanggap untuk melaksanakan kegiatan P4GN, dengan mendirikan Unit Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba (UPPN), dalam mewujudkan kampus bebas penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.
Menurut Sambudiyono, mahasiswa merupakan generasi muda yang memiliki intelektual tinggi, dan diproyeksikan akan menjadi pimpinan di masa depan sehingga BNN berharap agar mahasiswa ini dapat menjadi ujung tombak untuk pemberdayaan di lingkungan  kampus, dalam konteks penanggulangan masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.  
Perlu diketahui bersama, bahwa saat ini belum banyak kampus yang menyadari betul akan pentingnya membuat komitmen kuat untuk menanggulangi Narkoba di lingkungannya.
Seharus pihak kampus secara tegas menyeleksi mahasiswa baru, sehingga jika saat penerimaan mahasiswa baru, kita lakukan tes urine, untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan Narkoba di lingkungan kampus.
Mahasiswa sendiri sangat proaktif dalam hal penanggulangan masalah Narkoba. Hal ini bisa dilihat dari munculnya Divisi Mahasiswa Anti Narkoba (DMAN). Unit kegiatan mahasiswa ini memberikan kontribusi yang cukup  strategis, karena unit kegiatan ini aktif memberikan sosialisasi masalah Narkoba terutama pada saat penerimaan mahasiswa baru. Selain itu, unit ini aktif membangun komunikasi dengan mahasiswa lain lintas universitas dari berbagai daerah. Beberapa waktu lalu, kampus ini melakukan tour ke sejumlah  universitas besar, seperti UNDIP, UNIBRAW, dan universitas lainnya untuk mengampanyekan bahaya penyalahgunaan Narkoba.
Untuk wilayah Jabodetabek sendiri, DMAN sudah mulai menjalin komunikasi dan membuat forum diskusi tentang Narkoba setiap akhir pekan. Rencananya, mereka akan membuat simposium se-wilayah Jabodetabek tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba. (BK)
Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja (pelajar / mahasiswa) adalah sebagai berikut: Perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian, sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran, Menjadi mudah tersinggung dan cepat marah, Sering menguap, mengantuk, dan malas, tidak memedulikan kesehatan diri, Suka mencuri untuk membeli narkoba, Menyebabkan Kegilaan, Pranoid bahkan Kematian !
Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar / Mahasiswa, sudah seyogianya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita.
Ada tiga hal yang harus diperhatikan ketika melakukan program anti narkoba di sekolah dan perguruan tinggi. Pertama adalah dengan  engikutsertakan keluarga. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa sikap orangtua memegang peranan penting dalam membentuk keyakinan akan  penggunaan narkoba pada anak-anak. Strategi untuk mengubah sikap keluarga terhadap penggunaan narkoba termasuk memperbaiki pola asuh orangtua dalam rangka menciptakan komunikasi dan lingkungan yang lebih baik di rumah. Kelompok dukungan dari orangtua merupakan model intervensi yang sering digunakan. Kedua, dengan menekankan secara jelas kebijakan tidak pada narkoba. Mengirimkan pesan yang jelas tidak menggunakan membutuhkan konsistensi sekolah-sekolah untuk menjelaskan bahwa narkoba itu salah dan mendorong kegiatan-kegiatan anti narkoba di sekolah dan perguruan tinggi. Untuk anak sekolah harus diberikan penjelasan yang terus-menerus diulang bahwa narkoba tidak hanya membahayakan kesehatan fisik dan emosi namun juga kesempatan mereka untuk bisa terus belajar, mengoptimalkan potensi akademik dan kehidupan yang layak. Terakhir, meningkatkan kepercayaan antara orang dewasa dan anak-anak. Pendekatan ini mempromosikan kesempatan yang lebih besar bagi interaksi personal antara orang dewasa dan remaja, dengan demikian mendorong orang dewasa menjadi model yang lebih berpengaruh.
Oleh sebab itu, mulai saat ini pendidik, pengajar, dan orang tua, harus sigap serta waspada, akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut di atas, mari kita jaga dan awasi anak didik dari bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terealisasikan dengan baik.
Target peredaran narkoba pada saat ini adalah anak muda terutama pada masa pubertas dimana hal itu dikarenakan oleh adanya keingintauannya untuk menghilangkan rasa stress dan juga dikarenakan oleh keadaan lingkungan sosial yang berada di sekitarnya. Salah satunya pada lingkungan sekitar kampus. Pandangan saya sendiri tentang maraknya peredaran narkoba di lingkungan kampus membuat mahasiswa dan para orang tua merasa resah. Karena kurangnya pengawasan serta jumlah mahasiswa yang sangat banyak dapat menjadi faktor utama beredarnya barang haram tersebut di lingkungan kampus. Miris tentunya bagi kita yang mengetahui tempat untuk menimba ilmu  kini dapat berubah fungsi menjadi tempat peredaran narkoba. Jika hal ini tidak cepat diatasi maka akan merusak generasi muda.
Peredaran narkoba bisa terjadi dimana saja termasuk juga didalam kampus kita. Karena pihak kampus tidak tahu tentang kegiatan setiap mahasiswanya secara keseluruhan. Mungkin ada beberapa mahasiswa dikampus kita yang menjadi pemakai bahkan pengedar narkoba. Pihak kampus juga tidak dapat memantau secara keseluruhan di daerah sekitarnya. Terkecuali jika pada kampus itu terdapat kamera tersembunyi sehingga dapat merekam semua kegiatan mahasiswa sehari-hari dan mengetahui kegiatan di sekitar terutama pada kegiatan yang mencurigakan. Dan kita juga dapat mengadakan acara yang bermanfaat seperti seminar anti narkoba ataupun dengan komunitas seperti UKM dan lainnya.
Pihak kampus dapat mendeteksi apakah mahasiswa-mahasiswanya memeakai narkoba atau tidak dapat dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan secara menyeluruh seperti test urine saat pendaftaran mahasiswa baru dan setiap kali kampus akan mengadakan UAS. Jika ditemukan mahasiswa yang akan mendaftarkan diri itu memakai narkoba maka jangan diterima sedangkan untuk mahasiswa yang telah aktif mengikuti pelajaran yang memakai narkoba, segeralah tindak lanjuti sebelum terlambat. Bawalah mahasiswa tersebut ke tempat berwajib dan berikan rehabilitas sampai ia sembuh dari kecanduan.
Sumber :

http://ipt-ekstensi.blogspot.com/2011/08/makalah-peranan-perguruan-tinggi-dalam.html